Rancangan rumah menjadi salah satu yang sangat penting sebelum rumah dibangun. Rancangan ini biasanya disesuaikan dengan keinginan, persiapan dana, ukuran tanah, dan pekerja yang bisa menanganinya. Faktor tukang atau pekerja yang akan membangun rumah menjadi sangat penting menjadi pertimbangan. Merekalah yang akan membantu mewujudkan mimpi tersebut.

Menghitung Biaya Tukang & Rancangan Rumah

Rancangan rumah menjadi tidak ada artinya kalau tidak ada yang bisa mewujudkan rancangan tersebut menjadi nyata. Mencari orang yang tepat, jujur, dan bisa diandalkan tidak mudah. Disamping, biaya yang dikeluarkan bagi orang yang ahli ini ternyata juga tidak murah.

Terkadang mendapatkan tukang yang bisa mewujudkan arsitektur rumah tertentu itu tidak mudah. Kalaupun ada, harga yang ditetapkan tukang bisa cukup tinggi karena mereka merasa mempunyai ketrampilan dan kemampuan lebih dari tukang biasa.

Misalnya, per meter persegi, tukang biasa meminta 200-300 ribu. Tapi tukang yang mempunyai kemampuan lebih akan meminta upah 400-600 ribu per meter perseginya. Mau tidak mau biaya tukang akan mencapai 40% atau bahkan 50% dari anggaran untuk pembuatan rumah dengan rancangan khusus. Berbeda kalau telah mempunyai tukang langganan.

Biaya tukang bisa ditekan atau mungkin bisa dinegosiasikan. Banyak orang yang sangat beruntung mendapatkan tukang seperti ini. Walau sehebat apa pun tukang, pemilik rumah tetap harus mengawasi pengerjaan rumahnya. Tanpa pengawasan terkadang tukang yang baik pun mulai berani bermain api terutama kalau pembelian bahan bangunan dipasrahkan kepada tukang. Sebaiknya, pembelian barang ditangani oleh pemilik rumah sendiri agar tahu harga dan kualitas barang tanpa takut dikurangi spesifikasi bahan yang dibutuhkan.

Cukup berbahaya kalau spesifikasi besi 10 malah dibelikan besi 8. Kekuatan pondasi akan berkurang. Belum lagi ketika bangunan dinding ternyata tidak rata. Kemiringan ini cukup membahayakan terutama di daerah rawan gempa. Jangan sungkan mengawasi dan berdiskusi dengan tukang. Sikap curiga tetap harus ada agar tidak menyesal nantinya.

Rumah Indah dengan Bambu

Adalah sebuat hadist yang menyatakan bahwa Khadijah, istri Rasulullah, akan mendapatkan rumah bambu di surga. Rumah bambu untuk Khadijah tentu saja tidak bisa dibayangkan indahnya. Semua yang ada di surga itu belum pernah terbetik dalam hati dan belum pernah terbayangkan.

Sungguh menarik untuk mencermati hadist yang diriwayatkan oleh Muslim ini.

Jika Khadijah akan mendapatkan rumah bambu, artinya bambu dianggap mempunyai kelebihan khusus. Bambu itu bisa tumbuh lebih cepat dari kayu dan pertumbuhannya pun sangat mudah. Bambu dianggap bisa menjadi pengganti kayu.

Dengan teknik pengolahan yang tepat dan waktu penebangan yang pas, kekuatan bambu malah bisa lebih hebat dari kekuatan kayu ulin. Bambu bisa bertahan lama dan bisa dibentuk menjadi bidang-bidang menarik nan artistik.

Rumah terbuat dari bambu juga terbukti lebih dingin dari rumah yang terbuat dari beton.

Tapi pembuatan rumah dari bambu memang membutuhkan tukang ahli yang pengerjaannya mungkin akan lebih lama dan lebih mahal. Jika asal bambu dan asal mendirikan, rumah bambu bisa berdiri dalam waktu yang sangat singkat.

Buktinya adalah beberapa restoran yang menyewa tanah hanya dalam beberapa tahun, biasanya lebih memilih bambu.

Restoran dari bahan bambu ini pun dibangun dalam hitungan minggu. Tapi kualitas bambu yang tidak bagus membuat usia bangunan dari bambu menjadi tidak bertahan lama. Bambu pun terlihat kusam.

Agar rancangan rumah bambu bisa diandalkan, pikirkan cara mendapatkan bambu yang sudah dipoles menjadi bambu tahan banting. Kalau tidak bisa mendapatkan aksesnya, rumah bambu masih bisa dibuat dengan cara memanfaatkan anyaman bambu sebagai pelapis dinding beton. Anyaman ini akan menahan panas sehingga suasana dalam rumah menjadi lebih sedikit dingin.

Jika masih ragu dengan kehebatan bambu, coba buat satu ruangan saja yang menggunakan dinding yang dilapisi anyaman bambu. Misalnya, kamar tidur yang diletakkan dibagian belakang. Yakinkan bahwa anyaman bambu ini memang bagus dan tidak membuat rumah menjadi terlihat seperti gubuk yang tak menarik.

Biasanya rumah yang dirancang dengan menggunakan bahan bambu terletak di pedesaan. Namun tidak menutup kemungkinan membuat rumah berbahan bambu di daerah perkotaan. Caranya adalah mempertimbangkan ukuran tanah serta bagian halaman. Rumah berbahan bambu membutuhkan suasana luar rumah yang teduh agar terlihat serasi.

Misalnya ukuran rumah tipe 50. Bagian depan untuk ruang tamu yang terbuka.

Kamar tidur diletakkan dibagian belakang dengan bagian dapur terbuka. Rumah tipe 50 ini mempunyai dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dan ruang keluarga. Agar pondasi cukup kuat, gunakan batu kali dengan kedalaman minimal 50 cm.

Pilih beberapa tipe bambu. Berbeda jenis bambu, berbeda ukuran dan berbeda fungsinya. Plafon pun bisa dibuat dari bambu dengan sedikit ukiran yang akan membuat langit-langit rumah terlihat lebih indah. Kalau hanya bambu berbentuk bulat, langit-langit terlihat kurang artistik.

Kamar mandi dibuat dengan bagian atap yang bisa dibuka. Disaat hari cerah dan mentari bersinar, atap kamar mandi bisa dibuka sehingga tanaman yang diletakkan di kamar mandi bisa tumbuh dengan baik. Tentu saja dipilih tanaman yang tidak membuat kamar mandi menjadi seperti tidak terawat. Lantai kamar mandi dari batu pualam. Baknya terbuat dari gentong dan pipa air terbuat dari bambu juga.

Bagian ruang tamu terdapat jendela di bagian atap. Gunakan jendela kaca yang bisa dibuka sehingga aliran udara dalam rumah akan lebih baik. Demi keamanan, pasangi terali dengan bentuk yang menawan dan bukan terali dengan bentuk seperti terali penjara. Jendela yang dipasang diatap ini menjadi solusi ketika tidak bisa membuat jendela dibagian samping karena terhalang rumah tetangga.

Jendela ini tidak terbuat dari bambu agar pada saat tidak dibuka, sinar mentari masih bisa menyeruak masuk ke dalam rumah. Dengan konsep rumah terbuka ini akan mengurangi biaya listrik. Pada siang hari rumah tidak membutuhkan lampu. Pada malam hari pun saat cuaca bersahabat, bintang bisa terlihat dengan indah.

Agar rumah bambu ini makin eksotik, sesuaikan perabotan rumah dengan rancangan sebuah rumah yang dibuat. Tidak harus semua perabotan dari bambu. Perabotan dari kayu jati cocok disandingkan dengan rumah bambu.

Bagian halaman rumah bambu ini, dibentuk taman dengan tanaman berukuran mini dan sedang jika ukuran rumah tidak terlalu besar. Tapi kalau ukuran rumah dan halaman cukup luas, tanaman seperti pohon beringin dan sawo kecil, bisa menjadi pilihan. Kedua tanaman ini selain sebagai peneduh juga sebagai penahan air. Akar beringin dan sawo kecik akan membuat air terperangkap dalam tanah. Hal ini sangat penting agar rumah terasa teduh dan nyaman.

Keberadaan air dalam tanah di sekeliling rumah sangat bermanfaat agar rumah tetap terasa dingin. Rumah bambu pun akan terlihat kian indah walau berada di perumahan dengan kepadatan yang cukup tinggi. Rancangan rumah bambu pun mungkin akan menjadi inspirasi orang lain juga.

Menu