Anda bekerja di kota besar dan bingung memilih tempat tinggal? Apakah memilih rumah susun atau apartemen? Lalu, apa bedanya apartemen dengan kondominium. Mari simak penjelasan berikut ini.

Apartemen VS Rumah Susun

Istilah Rusunami dan Rusunawa makin santer terdengar akhir-akhir ini. Ini sebenarnya adalah bagian dari Proyek 1000 Menara Rusun yang sedang dikerjakan oleh Kemenpera.

Rusunami adalah akronim dari Rumah Susun Sederhana Milik, yang pemasarannya disubsidi oleh pemerintah dan terutama diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan maksimal 4,5 juta per bulan. Sementara itu, Rusunawa adalah akronim dari Rumah Susun Sederhana Sewa, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan maksimal 1,7 juta per bulan.

Perbedaan rusun dengan apartemen dan kondominium yang paling kentara adalah dari finishing. Kualitas bahan untuk finishing apartemen dan kondominium menggunakan bahan dengan kualitas Grade A, sementara untuk rusun hanya alakadarnya.

Tempat parkir di apartemen, minimal satu unit memiliki satu tempat parkir mobil. Sementara rumah susun hanya memiliki 1 tempat parkir mobil untuk 10 unit. Ukuran rusun dengan 2 buah kamar tidur sama dengan satu unit apartemen tipe studio (tanpa kamar).

Tetapi walaupun begitu, untuk kualitas pondasi, dan konstruksi dasar lainnya sama saja, karena standar untuk bangunan setinggi puluhan lantai harus mengacu pada standar internasional yang sudah baku. Untuk jenis bangunan apapun, biasanya menggunakan jasa kontraktor besar kelas internasional seperti Waskita, dan sejenisnya.

Keuntungan lain, dengan tinggal di rumah susun, biasanya iuran bulanan seperti listrik, air, kebersihan, telepon, keamanan, dan lain-lain bisa jauh lebih murah jika dibanding dengan jenis iuran yang sama di apartemen. Tiap apartemen memiliki kebijakan yang tidak seragam mengenai hal ini, karena menyangkut gengsi dan prestise.

Yang menjadi perbedaan palig mencolok tentu saja harganya. Satu unit rumah susun dengan tipe 33 dan berlokasi di tengah kota bisa dimiliki dengan harga sekitar Rp 144 juta. Bila dibandingkan dengan apartemen yang memiliki luas kurang lebih sama, harganya bisa mencapai Rp 7 milyar.

Bagi sebagian masyarakat yang tergolong ekonomi pas-pasan (pas buat beli mobil, pas buat beli rumah) kehadiran rusun tentu sangat membantu. Hanya saja sangat disayangkan banyak oknum tidak bertanggung jawab seperti para brooker atau pialang yang memborong rusun sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali semahal-mahalnya. Sungguh, orang kecil selalu jadi korban.

Menu